PRAMUKA SEBAGAI GENERASI PENERUS PERJUANGAN PARA PAHLAWAN

Rajeg – Pahlawan adalah sebutan bagi mereka yang luar biasa berjasa bagi bangsanya. Melalui sosok pahlawan, simbol tentang perjuangan, membela kebenaran, dan pengorbanan, senantiasa dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Hari ini, 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional. Sejarah Hari Pahlawan adalah memperingati pertempuran arek-arek Surabaya yang gagah berani dan pantang menyerah melawan tentara sekutu 10 November 1945.

Menjadi pahlawan di era modern jauh berbeda dengan masa lalu. Sebab, kondisi dan tantangan saat ini berbeda dengan masa perjuangan.
Sang proklamator pernah berkata dalam pidatonya
“Beri aku seribu orang tua, maka akan ku cabut Semeru dari akarnya, dan beri aku sepuluh orang pemuda maka akan ku guncangkan dunia”.

Pepatah ini seakan mampu bercerita kepada generasi muda, bahwa jangan sesekali terlena dengan perkembangan zaman yang ada, sehingga lalai berupaya meningkatkan kapasitas diri. Terbuai oleh fatamorgana semu kehidupan bercampur aduk dengan proses asimilasi (perpaduan kebudayaan menghilangkan kebudayaan lain).

Pramuka sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran yang penting terutama untuk pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai dengan kondisi sekarang ini. Pemanfaatan teknologi yang tepat sesuai perkembangan zaman akan berdampak baik untuk membangun kepribadian kuat yang berkarakter.
Tantangan zaman akan selalu ada dan terus berkembang semakin kompleks. Maka dari itu sebagai anggota aktif Pramuka harus memiliki inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan sebuah potensi. Minimal potensi untuk mengembangkan minat dan bakat, hasil akhirnya dapat mengaplikasikannya kepada masyarakat umum.

Peranan lain yang bisa diterapkan untuk setiap anggota Pramuka adalah penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma dan Tri Satya, salah satunya adalah menanamkan sikap jujur. Jika dalam proses pendidikan karakter sudah ditanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini. Maka, generasi milenial tentu akan dikenal sebagai generasi yang jujur dan jauh dari setiap perbuatan yang buruk.

Sebagai penutupnya, kita sebagai generasi milenial harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Karena nasib masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi muda. Kita tidak ingin kan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terbelakang?

Penulis : KROFFICIAL MEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.